Saya
bkn ahli politik dan bkn pula berilmu tinggi soal agama,,,
hanya seorang ibu rumah tangga biasa..
Tapi rsanya nyesak bgt di hati klo masih menyimpan semua ini…
Ingin
berbagi buat siapa aj yang mo bca…
Beberapa
hari belakangan kita, umat Islam khususnya di Jakarta, dihebohkan dengan adanya
berita Gubernur DKI non AKtf AHOK melakukan penghinaan/penistaan terhadap Al Quran (kata segelintir org
dengan konsep pembenaran dari sudut pandang sndri).
Sy
sebagai penganut agama islam, tentu saja jengkel, kecewa dan marah saat mendengar
berita itu tanpa melakukan pengamatan dan peninjauan yang lebih dalam (halahhh…
neh kata” mkin lebay aj..)
Ada kalimat
yang menyatakan lebih gampang menciptakan perang ketimbang meredakan perang…
(lupa saya kutip dari mana neh kalimat.. )
Mank benar
tuch klimat,gak salah lagi…
Keadaan
ini semakin panas setelah beberapa oknum memamfaatkan untuk kepentingan
politik.. (maklumlah klo namanya strategi perpolitikkan apapun akan dilakukan..
termasuk memperkeruh keadaan) termasuk dengan mengatasnamakan agama…
Untuk
menyikapi maslah neh, sy ambil wktu untuk merenung, mngamati dan memikirkan
maslah ini… (jiahhhh….)
Dan kesimpulan
yang saya ambil adalah…
- TIDAK
IKUT MEMPERKERUH KEADAAN DENGA MENYALAHKAN SIAPA DAN KNP????
- TIDAK
MAU MENCARI TAU SIAPA YANG BENAR DAN SALAH DALAM MASLAAH INI
- HANYA
BISA MENDOAKAN MEREKA SEMUA.. (TERLEPAS SIAPA YANG SALAH DAN BENAR, SIAPA YANG
TERTUDUH DAN MENUDUH POKOKNYA SIAPA AJ DCH…)
Karena bagi
sya berlaku ketentuan Qur'an: "Laa ikraha fi diin" (Tidak
ada paksaan dalam beragama) dan "Lakum diinukum
walyadin" (Bagimu agama dan kepercaanmu),
sehingga
setiap muslim wajib menjunjung tinggi dan menghormati kebebasan dan keberagaman
dalam beragama.
Kita boleh jengkel dan marah terhadap berbagai penghinaan yang ditujukan kepada keyakinan kita, tapi kemarahan dan kejengkelan tersebut cukuplah berada dalam hati dan pikiran kita, tanpa harus dilampiaskan dengan berbagai demonstrasi yang merusak, yang justru akan memperburuk citra Islam itu sendiri. Bahkan, jika hal itu (demontrasi) dilakukan, tanpa kita sadari sebenarnya kita telah dikonfrontasi dengan sesama muslim karena para demonstran dan mayoritas polisi yang menghadangnya adalah sama-sama muslim.
Jika saja Rasulullah Saww (Shalalallahu 'alaihi wa aalihi wasalam) masih hidup, tentu beliau hanya tersenyum dan mendo'akan orang-orang yang telah menghina dirinya. Sejarah menceritakan bagaimana sikap Rasulullah Saww ketika dilempari batu di kota Tha'if, beliau hanya berdo'a untuk kebaikan penduduk kota tersebut di masa datang dan menolak tawaran malaikat Jibril yang akan menghancurkan kota tersebut sebagai hukuman terhadap penduduknya yang telah melempari beliau.
Sejarah juga mencatat bagaimana sikap Rasulullah Saww ketika saban hari dihina oleh seorang pengemis buta, tetapi setiap hari itu pula Rasulullah Saww selalu menyuapinya hingga beliau wafat. Atau bagaimana Rasulullah Saww menjadi orang yang datang paling pertama untuk menjenguk seorang Yahudi yang tengah sakit, padahal si Yahudi tersebut adalah orang yang paling membenci dan memusuhi beliau.
Begitulah sikap kita seharusnya terhadap para penghina Al Quran dan Islam, seperti sikap yang ditunjukkan Nabi Saww terhadap orang-orang yang menghinanya. Kita harus mendo'akan mereka agar mereka dibukakan pintu hati dan pikirannya supaya bisa berpiki jernih, logis dan lugas tanpa ada prasangka dan kebencian. amiinn...
Mereka yang menghina
Islam dan Al Quran yang bkn non islam, tidak pantas untuk disalahkam… wajarlah
mereka berbicara dan mempunyai sudut pandang trsebut karena mereka gak tau
bgaimana sbnrnya ajaran islam tuch…
Yang pants kita
marahin adalah mereka yang mengaku islam, namun melecehkan Islam dengan
kelakuan mereka…..
"Wamakaru wamakarallah wallahu khairulmakirin" (QS, 3:54). Mereka merancang tipu daya dengan berbagai macam penghasutan, penghinaan, dan upaya untuk mendiskreditkan dan menyudutkan Islam. Tapi ingatlah, sesungguhnya Allah sebaik-baik pemembalas tipu daya.
Begitulah, jika kewarasan yang digunakan maka orang tidak akan
bertanya tentang Bandung kepada orang Jakarta atau membaca peta Jakarta karena
hanya akan semakin menyesatkan!!!
Wallahu a'lam.....
(hanya sekedar
curhatan seorang ibu rumah tangga….)
#dariberbagaisumberdansurahati

